1.Sebagai Media
Pendidikan
Wayang sebagai media pendidikan,terutama dalam hal budi pekerti.Karena karakter tokoh dan kisah yang diceritakan wayang mengajarkan nilai-nilai moral.
2.Sebagai Sarana Informasi
Biasanya digunakan pada tradisi adat,misalnya acara ruwatan,dapat digunakan sebagai alat pendekatan dengan masyarakat,juga dapat digunakan untuk menemukan informasi-informasi kehidupan.
3.Sebagai Sarana Hiburan
Wayang sebagai sarana hiburan,biasanya diadakan pertunjukan wayang dalam rangka ulang tahun sekolah atau yang lain,sehingga bisa memberikan hiburan kepada masyarakat sekitar yang menontonnya.
Sabtu, 06 Februari 2016
Cerita Wayang
RAMAYANA
Prabu Janaka,Raja Kerajaan Mantili memiliki seorang puteri yang sangat cantik bernama Dewi Shinta.Untuk menentukan siapa calon pendamping yang tepat baginya,diadakanlah sebuah sayembara.Rama Wijaya,Pangeran dari Kerajaan Ayodya akhirnya memenangi sayembara tersebut.Prabu Rahwana,pemimpin Kerajaan Alengkadiraja sangat menginginkan untuk menikahi Dewi Shinta.Namun,setelah mengetahui siapa Dewi Shinta,ia berubah pikiran.Ia menganggap bahwa Dewi Shinta merupakan jelmaan Dewi Widowati yang telah lama ia cari-cari.Rama Wijaya beserta Shinta,istrinya, dan ditemani oleh adik lelakinya,Leksmana,sedang berpetualang dan sampailah ke Hutan Dandaka.
Di sini mereka bertemu dengan Rahwana yang begitu memuja Dewi Shinta dan sangat ingin memilikinya.Untuk mewujudkan gagasannya,Rahwana mengubah salah satu pengikutnya bernama Marica menjadi seekor kijang yang disebut Kijang Kencana dengan tujuan memikat Shinta.Karena tertarik dengan kecantikan kijang tersebut,Shinta meminta Rama untuk menangkapnya.Rama menyanggupi dan meninggalkan Shinta yang ditemani Leksmana dan mulailah dia memburu kijang tersebut.Setelah menunggu lama,Shinta menjadi cemas karena Rama belum datang juga.Ia meminta Leksamana untuk mencari Rama.Sebelum meninggalkan Shinta,Leksmana membuat lingkaran sakti di atas tanah di sekeliling Shinta untuk menjaganya dari segala kemungkinan bahaya.Begitu mengetahui bahwa Shinta ditinggal sendirian,Rahwana mencoba untuk menculiknya namun gagal karena lingkaran pagar pelindung yang menjaganya.Kemudian ia mengubah diri menjadi seorang Brahmana.Shinta jatuh kasihan terhadap Brahmana yang tua tersebut dan hal tersebut membuatnya keluar dari lingkaran pelindung.
Akibatnya,Rahwana yang menjelma menjadi Brahmana tua tersebut berhasil merebut dan membawanya terbang ke Kerajaan Alengka.Rama berhasil memanah kijang yang dikejarnya,namun tiba-tiba kijang tersebut berubah menjadi raksasa.Terjadilah perkelahian antara Rama dengan raksasa tersebut.Raksasa tersebut akhirnya dapat dibunuh Rama menggunakan panahnya.Kemudian tibalah Leksama dan meminta Rama untuk segera kembali ke tempat di mana Shinta berada.Dalam perjalanan ke Alengka,Rahwana bertemu dengan burung garuda bernama Jatayu.
Mereka kemudian terlibat pertengkaran karena Jatayu mengetahui bahwa Rahwana menculik Dewi Shinta yang anaknya Prabu Janaka,teman dekatnya.Sayangnya,Jatayu berhasil dikalahkan oleh Rahwana saat mencoba membebaskan Shinta dari cengkeraman Rahwana.Mengetahui bahwa Shinta tidak lagi berada di tempat semula,Rama dan Leksmana memutuskan untuk mencarinya.Dalam perjalanan pencarian tersebut,mereka bertemu dengan Jatayu yang terluka parah.Saat bertemu pertama kali tersebut,Rama mengira bahwa Jatayulah yang menculik Shinta sehingga ia berniat membunuhnya namun Laksmana mencegahnya.Jatayu menjelaskan apa yang terjadi sebelum akhirnya ia meninggal.Tidak lama kemudian,seekor kera putih bernama Hanoman tiba.Ia diutus oleh pamannya,Sugriwa,untuk mencari dua pendekar yang mampu membunuh Subali. Subali adalah serang yang telah mengambil Dewi Tara,wanita kesayangan Sugriwa.Setelah dipaksa,akhirnya Rama memutuskan untuk membantu Sugriwa.Pada saat Subali,Dewi Tara dan anak lelakinya sedang berbincang-bincang,tiba-tiba datanglah Sugriwa dan langsung menyerang Subali.Sugriwa yang dibantu oleh Rama akhirnya mampu mengalahkan Subali.Sugriwa berhasil merebut kembali Dewi Tara.Untuk membalas kebaikan Rama,Sugriwa akan membantu Rama mencari Dewi Shinta.Untuk tujuan ini,Sugriwa mengutus Hanoman untuk mencari tahu mengenai Kerajaan Alengka.
Kemenakan Rahwana,Trijata,sedang menghibur Shinta di taman.Rahwana datang untuk meminta kesediaan Shinta menjadi istrinya.Shinta menolak permintaan tersebut.Hal ini membuat Rahwana kalap dan mencoba membunuhnya namun Trijata menghalanginya dan memintanya untuk bersabar.Trijata berjanji untuk merawat Shinta.Saat Shinta merasa sedih,ia tiba-tiba mendengar nyanyian indah yang disuarakan oleh Hanoman,si kera putih.
Hanoman memberi tahu Shinta bahwa ia adalah utusan Rama yang dikirim untuk membebaskannya.Setelah menjelaskan tujuannya,Hanoman mulai mencari tahu kekuatan seluruh pasukan Alengka.Ia kemudian merusak taman tersebut.Indrajit,anak lelaki Rahwana,berhasil menangkap Hanoman namun Kumbokarno mencegahnya untuk membunuhnya dan Hanoman dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar.
Namun saat dibakar,Hanoman berhasil lari dan justru membakar kerajaan dengan tubuhnya yang penuh kobaran api.Segera setelah membakar kerajaan,Hanoman datang kepada Rama dan menjelaskan apa yang telah terjadi.Rama kemudian pergi ke Alengka disertai dengan pasukan kera.Ia menyerang kerajaan dan membuat pasukan Alengka kocar-kacir setelah Indrajit sebagai kepala pasukan kerajaan berhasil dibunuh.Rahwana kemudian menunjuk Kumbokarno raksasa yang bijaksana untuk memimpin pasukan dan menyerang kerajaan Alengka.Namun kemudian Kumbokarno berhasil dibunuh oleh Rama dengan panah pusakanya.Rahwana mengambil alih komando dan mulai menyerang Rama dengan bala tentara seadanya.Rama akhirnya juga berhasil membunuh Rahwana.Dibawa oleh Hanoman,mayat Rahwana diletakkan di bawah gunung Sumawana.Setelah kematian Rahwana,Hamonan menjemput Shinta untuk dipertemukan dengan Rama.Namun Rama menolak Shinta karena ia berpikir bahwa Shinta sudah tidak suci lagi.Shinta kecewa dan untuk membuktikan kesetiaannya kepada suaminya,ia menceburkan diri ke dalam kobaran api dan membakar diri.Karena kesuciannya dan atas bantuan Dewa Api, ia tidak terbakar dan selamat.Hal tersebut membuat Rama bahagia dan akhirnya menerimanya kembali menjadi istrinya.
Cerita By:firmanpoetunenjari.blogspot.co.id
Diatas adalah salah satu cerita wayang yang terkenal yaitu Ramayana.
Prabu Janaka,Raja Kerajaan Mantili memiliki seorang puteri yang sangat cantik bernama Dewi Shinta.Untuk menentukan siapa calon pendamping yang tepat baginya,diadakanlah sebuah sayembara.Rama Wijaya,Pangeran dari Kerajaan Ayodya akhirnya memenangi sayembara tersebut.Prabu Rahwana,pemimpin Kerajaan Alengkadiraja sangat menginginkan untuk menikahi Dewi Shinta.Namun,setelah mengetahui siapa Dewi Shinta,ia berubah pikiran.Ia menganggap bahwa Dewi Shinta merupakan jelmaan Dewi Widowati yang telah lama ia cari-cari.Rama Wijaya beserta Shinta,istrinya, dan ditemani oleh adik lelakinya,Leksmana,sedang berpetualang dan sampailah ke Hutan Dandaka.
Di sini mereka bertemu dengan Rahwana yang begitu memuja Dewi Shinta dan sangat ingin memilikinya.Untuk mewujudkan gagasannya,Rahwana mengubah salah satu pengikutnya bernama Marica menjadi seekor kijang yang disebut Kijang Kencana dengan tujuan memikat Shinta.Karena tertarik dengan kecantikan kijang tersebut,Shinta meminta Rama untuk menangkapnya.Rama menyanggupi dan meninggalkan Shinta yang ditemani Leksmana dan mulailah dia memburu kijang tersebut.Setelah menunggu lama,Shinta menjadi cemas karena Rama belum datang juga.Ia meminta Leksamana untuk mencari Rama.Sebelum meninggalkan Shinta,Leksmana membuat lingkaran sakti di atas tanah di sekeliling Shinta untuk menjaganya dari segala kemungkinan bahaya.Begitu mengetahui bahwa Shinta ditinggal sendirian,Rahwana mencoba untuk menculiknya namun gagal karena lingkaran pagar pelindung yang menjaganya.Kemudian ia mengubah diri menjadi seorang Brahmana.Shinta jatuh kasihan terhadap Brahmana yang tua tersebut dan hal tersebut membuatnya keluar dari lingkaran pelindung.
Akibatnya,Rahwana yang menjelma menjadi Brahmana tua tersebut berhasil merebut dan membawanya terbang ke Kerajaan Alengka.Rama berhasil memanah kijang yang dikejarnya,namun tiba-tiba kijang tersebut berubah menjadi raksasa.Terjadilah perkelahian antara Rama dengan raksasa tersebut.Raksasa tersebut akhirnya dapat dibunuh Rama menggunakan panahnya.Kemudian tibalah Leksama dan meminta Rama untuk segera kembali ke tempat di mana Shinta berada.Dalam perjalanan ke Alengka,Rahwana bertemu dengan burung garuda bernama Jatayu.
Mereka kemudian terlibat pertengkaran karena Jatayu mengetahui bahwa Rahwana menculik Dewi Shinta yang anaknya Prabu Janaka,teman dekatnya.Sayangnya,Jatayu berhasil dikalahkan oleh Rahwana saat mencoba membebaskan Shinta dari cengkeraman Rahwana.Mengetahui bahwa Shinta tidak lagi berada di tempat semula,Rama dan Leksmana memutuskan untuk mencarinya.Dalam perjalanan pencarian tersebut,mereka bertemu dengan Jatayu yang terluka parah.Saat bertemu pertama kali tersebut,Rama mengira bahwa Jatayulah yang menculik Shinta sehingga ia berniat membunuhnya namun Laksmana mencegahnya.Jatayu menjelaskan apa yang terjadi sebelum akhirnya ia meninggal.Tidak lama kemudian,seekor kera putih bernama Hanoman tiba.Ia diutus oleh pamannya,Sugriwa,untuk mencari dua pendekar yang mampu membunuh Subali. Subali adalah serang yang telah mengambil Dewi Tara,wanita kesayangan Sugriwa.Setelah dipaksa,akhirnya Rama memutuskan untuk membantu Sugriwa.Pada saat Subali,Dewi Tara dan anak lelakinya sedang berbincang-bincang,tiba-tiba datanglah Sugriwa dan langsung menyerang Subali.Sugriwa yang dibantu oleh Rama akhirnya mampu mengalahkan Subali.Sugriwa berhasil merebut kembali Dewi Tara.Untuk membalas kebaikan Rama,Sugriwa akan membantu Rama mencari Dewi Shinta.Untuk tujuan ini,Sugriwa mengutus Hanoman untuk mencari tahu mengenai Kerajaan Alengka.
Kemenakan Rahwana,Trijata,sedang menghibur Shinta di taman.Rahwana datang untuk meminta kesediaan Shinta menjadi istrinya.Shinta menolak permintaan tersebut.Hal ini membuat Rahwana kalap dan mencoba membunuhnya namun Trijata menghalanginya dan memintanya untuk bersabar.Trijata berjanji untuk merawat Shinta.Saat Shinta merasa sedih,ia tiba-tiba mendengar nyanyian indah yang disuarakan oleh Hanoman,si kera putih.
Hanoman memberi tahu Shinta bahwa ia adalah utusan Rama yang dikirim untuk membebaskannya.Setelah menjelaskan tujuannya,Hanoman mulai mencari tahu kekuatan seluruh pasukan Alengka.Ia kemudian merusak taman tersebut.Indrajit,anak lelaki Rahwana,berhasil menangkap Hanoman namun Kumbokarno mencegahnya untuk membunuhnya dan Hanoman dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar.
Namun saat dibakar,Hanoman berhasil lari dan justru membakar kerajaan dengan tubuhnya yang penuh kobaran api.Segera setelah membakar kerajaan,Hanoman datang kepada Rama dan menjelaskan apa yang telah terjadi.Rama kemudian pergi ke Alengka disertai dengan pasukan kera.Ia menyerang kerajaan dan membuat pasukan Alengka kocar-kacir setelah Indrajit sebagai kepala pasukan kerajaan berhasil dibunuh.Rahwana kemudian menunjuk Kumbokarno raksasa yang bijaksana untuk memimpin pasukan dan menyerang kerajaan Alengka.Namun kemudian Kumbokarno berhasil dibunuh oleh Rama dengan panah pusakanya.Rahwana mengambil alih komando dan mulai menyerang Rama dengan bala tentara seadanya.Rama akhirnya juga berhasil membunuh Rahwana.Dibawa oleh Hanoman,mayat Rahwana diletakkan di bawah gunung Sumawana.Setelah kematian Rahwana,Hamonan menjemput Shinta untuk dipertemukan dengan Rama.Namun Rama menolak Shinta karena ia berpikir bahwa Shinta sudah tidak suci lagi.Shinta kecewa dan untuk membuktikan kesetiaannya kepada suaminya,ia menceburkan diri ke dalam kobaran api dan membakar diri.Karena kesuciannya dan atas bantuan Dewa Api, ia tidak terbakar dan selamat.Hal tersebut membuat Rama bahagia dan akhirnya menerimanya kembali menjadi istrinya.
Cerita By:firmanpoetunenjari.blogspot.co.id
Diatas adalah salah satu cerita wayang yang terkenal yaitu Ramayana.
Tokoh Wayang dan Wataknya
Tokoh Wayang Kulit yang Terkenal
1.Tokoh Pewayangan Dewa
A.Bathara Wisnu
Memiliki watak pemimpin yang tegas,pemaaf,ikhlas,tanpa pamrih,dan dapat memberi kehidupan kepada semua makhluk.
B.Bathara Surya
Memiliki kendaraan kereta yang ditarik oleh 7 kuda yang dikemudikan oleh Aruna.Bathara Surya memiliki watak tenang,penuh welas asih,dan tidak pernah marah kepada rakyatnya yang ingin berbuat kebajikan.
2.Tokoh Pandawa Lima
A.Yudhistira
Memiliki nama kecil Puntadewa.Yudhidtira/Puntadewa merupakan putra dari Prabu Pandu dan Dewi Kunti.Yudistira mempunyai watak yang bijaksana,jujur,adil,tidak memiliki musuh,percaya diri,mudah memaafkan kesalahan seseorang ,dan taat kepada ajaran agama.Pusaka dan aji-ajinya yaitu Jimat Kalimasada.
B.Werkudara
Memilki nama kecil Bima.Werkudara juga merupakan putra dari Prabu Pandu dan Dewi Kunti.Werkudara memiliki watak gagah berani,kuat,teguh,tabah,jujur,patuh,dan setia tidak pernah mendua.Pusaka dan aji-ajinya yang terkenal yaitu Kuku Pancanaka.
C.Arjuna
Memiliki nama kecil Permadi.Dia pun merupakan putra dari Prabu Pandu dan Dewi Kunti.Arjuna memiliki watak pendiam,lemah lembut,teliti,sopan santun,berani,cerdik,dan mampu melindungi yang lemah.Pusaka dan aji-ajinya yang terkenal yaitu Panah Pasopati.
D.Nakula
Merupakan putra kembar dari Prabu Pandu dan Dewi Madrim.Saudara kembarnya bernama Sadewa.Nakula memiliki watak jujur,setia,taat terhadap kedua orang tua,tahu bagaimana membalas budi,dan dapat menjaga rahasia.
E.Sadewa
Merupakan saudara kembar dari Nakula,putra dari Prabu Pandu dan Dewi Madrim.Sadewa memiliki watak sama seperti saudara kembarnya yaitu Nakula,tetapi yang membedakan adalah Sadewa ahli dibidang astronomi.
3.Tokoh Punakawan
A.Semar
Memiliki watak rendah hati,tetap mengasihi sesama,tidak lupa diri karena kelebihan yang dimiliki.Watak tokoh Semar ini dapat menjadi contoh sifat yang baik dalan kehidupan.
B.Gareng

Memiliki watak selalu bergembira,selalu mengeluarkan aura positif,tidak suka mengambil hak orang lain ,dan selalu berhati-hati dalam melangkah.
C.Petruk
Memiliki watak nakal,bermuka manis dengan senyuman menarik hati,pandai berbicara,dan juga humoris.
D.Bagong
Memiliki watak agak lancang,berlagak bodoh,tetapi di balik wataknya yang seperti itu, Bagong termasuk tokoh wayang yang humoris,sederhana dan tidak terlalu kagum pada kehidupan
Tokoh Wayang golek
Tokoh wayang golek yang sangat terkenal adalah Cepot.
Dalam setiap kisah yang dimainkan Cepot sering digunakan sebagai tokoh untuk menyampaikan pesan dari cerita yang dimainkannya.Dia pun sering dipasang-pasangkan dengan para ksatria,terutama Arjuna.Cepot memiliki watak sering mengatakan sanggup,sombong maunya menang sendiri,namun dia adalah tokoh yang humoris,berani membela kebenaran,setia dan banyak akal.
Diatas merupakan beberapa tokoh wayang yang sering muncul dalam setiap kisah,dan masih banyak tokoh-tokoh pewayangan yang lainnya.
1.Tokoh Pewayangan Dewa
A.Bathara Wisnu
Memiliki watak pemimpin yang tegas,pemaaf,ikhlas,tanpa pamrih,dan dapat memberi kehidupan kepada semua makhluk.
B.Bathara Surya
Memiliki kendaraan kereta yang ditarik oleh 7 kuda yang dikemudikan oleh Aruna.Bathara Surya memiliki watak tenang,penuh welas asih,dan tidak pernah marah kepada rakyatnya yang ingin berbuat kebajikan.
2.Tokoh Pandawa Lima
A.Yudhistira
Memiliki nama kecil Puntadewa.Yudhidtira/Puntadewa merupakan putra dari Prabu Pandu dan Dewi Kunti.Yudistira mempunyai watak yang bijaksana,jujur,adil,tidak memiliki musuh,percaya diri,mudah memaafkan kesalahan seseorang ,dan taat kepada ajaran agama.Pusaka dan aji-ajinya yaitu Jimat Kalimasada.
B.Werkudara
Memilki nama kecil Bima.Werkudara juga merupakan putra dari Prabu Pandu dan Dewi Kunti.Werkudara memiliki watak gagah berani,kuat,teguh,tabah,jujur,patuh,dan setia tidak pernah mendua.Pusaka dan aji-ajinya yang terkenal yaitu Kuku Pancanaka.
C.Arjuna
Memiliki nama kecil Permadi.Dia pun merupakan putra dari Prabu Pandu dan Dewi Kunti.Arjuna memiliki watak pendiam,lemah lembut,teliti,sopan santun,berani,cerdik,dan mampu melindungi yang lemah.Pusaka dan aji-ajinya yang terkenal yaitu Panah Pasopati.
D.Nakula
Merupakan putra kembar dari Prabu Pandu dan Dewi Madrim.Saudara kembarnya bernama Sadewa.Nakula memiliki watak jujur,setia,taat terhadap kedua orang tua,tahu bagaimana membalas budi,dan dapat menjaga rahasia.
E.Sadewa
Merupakan saudara kembar dari Nakula,putra dari Prabu Pandu dan Dewi Madrim.Sadewa memiliki watak sama seperti saudara kembarnya yaitu Nakula,tetapi yang membedakan adalah Sadewa ahli dibidang astronomi.
3.Tokoh Punakawan
A.Semar
Memiliki watak rendah hati,tetap mengasihi sesama,tidak lupa diri karena kelebihan yang dimiliki.Watak tokoh Semar ini dapat menjadi contoh sifat yang baik dalan kehidupan.
B.Gareng

Memiliki watak selalu bergembira,selalu mengeluarkan aura positif,tidak suka mengambil hak orang lain ,dan selalu berhati-hati dalam melangkah.
C.Petruk
Memiliki watak nakal,bermuka manis dengan senyuman menarik hati,pandai berbicara,dan juga humoris.
D.Bagong
Memiliki watak agak lancang,berlagak bodoh,tetapi di balik wataknya yang seperti itu, Bagong termasuk tokoh wayang yang humoris,sederhana dan tidak terlalu kagum pada kehidupan
Tokoh Wayang golek
Tokoh wayang golek yang sangat terkenal adalah Cepot.
Dalam setiap kisah yang dimainkan Cepot sering digunakan sebagai tokoh untuk menyampaikan pesan dari cerita yang dimainkannya.Dia pun sering dipasang-pasangkan dengan para ksatria,terutama Arjuna.Cepot memiliki watak sering mengatakan sanggup,sombong maunya menang sendiri,namun dia adalah tokoh yang humoris,berani membela kebenaran,setia dan banyak akal.
Diatas merupakan beberapa tokoh wayang yang sering muncul dalam setiap kisah,dan masih banyak tokoh-tokoh pewayangan yang lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)














